Webinar “Membangun Kuliner Indonesia Pasca Pandemi”

Webinar Gastrodiplomasi Indonesia

Universitas Jember kembali menyelenggarakan webinar di masa pandemi Covid-19 ini. Pada hari Jumat 3 Juli 2020 kemarin, Dosen Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (UNEJ) menjadi salah satu pembicara dalam webinar yang bertajuk Membangun Kuliner Indonesia Pasca Pandemi. Agus Trihartono, Ph.D, staf pengajar Ilmu Hubungan Internasional sekaligus co-founder Center for Gastrodiplomacy Studies (CGS) UNEJ menjadi panelis dalam webinar ini. Acara yang diprakarsai oleh Centre for Researh in Social Sciences and Humanity (C-RiSSH) Universitas Jember ini dilangsungkan secara daring dengan menampilkan 3 panelis dari 3 latar belakang pakar keilmuan dan pengalaman yang berbeda. Kegiatan ilmiah ini dapat terselenggara atas kerja sama C-RiSSH UNEJ dan CGS UNEJ dengan IGA (Indonesian Gastronomy Association), ICA (Indonesian Chef Association), IFC (Indonesian Fashion Chamber), ACP (Association of Culinary Professional) Indonesia dan IWAPI (Indonesian Business Womens Association).

Webinar diikuti oleh berbagai audiens dari banyak kalangan baik akademisi, praktisi maupun pengusaha

Walaupun bertema makanan, para panelis mampu menyihir para audien dengan presentasi yang sangat menarik dan asyik sehingga acara ini berjalan sangat meriah dan berbobot. Bertindak sebagai host adalah Ketua C-RiSSH, Himawan Bayu Patriadi, Ph.D, yang juga salah satu staf pengajar Ilmu Hubungan Internasional dan dimoderatori oleh Nanan Wiryono, seorang konsultan Food and Beverage dari IGA. Pak Bayu (demikian biasa beliau disapa) selaku Ketua C-RiSSH, dalam sambutan pembukanya menyampaikan bahwa kajian ilmiah ini bertujuan untuk memperoleh gambaran kondisi objektif terkait gastronomi Indonesia dalam masa pandemi serta peluang pasca pandemi. Di samping itu, bertujuan untuk mendapatkan pemahaman tentang pentingnya menyusun agenda yang adaptif pasca pandemik dan untuk mengidentifikasi peluang-peluang pada pembangunan gastronomi dan gastrodiplomasi untuk menyongsong era pasca pandemi. Tidak hanya itu, beliau juga menuturkan perlunya mendapatkan pengetahuan mengenai peluang sinergi fungsi gastronomi Indonesia dalam maupun di luar negeri Indonesia. Webinar ini dikemas dalam bentuk diskusi panel dengan format acara Sharing oleh Panelis dan Question & Answer (Q & A). Dalam webinar ini salah seorang undangan yakni Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Ekuador, HE Diennaryati Tjokrosuprihatono, menyampaikan beberapa kegiatan gastrodiplomasi yg dijalankan oleh KBRI. Paparan ini melengkapi kualitas webinar ini yang mendapatkan perhatian baik dari audien di dalam negeri maupun luar negeri.

Yang paling menarik adalah apa yang disampaikan oleh panelis ketiga dalam webinar ini. Pak Agus Trihartono sebagai pembicara ketiga menyampaikan tentang Gastrodiplomasi Pasca Pandemi: Learning from Future. Gastrodiplomasi menghadirkan diplomasi publik dan diplomasi budaya yang keduanya bertujuan untuk memenangkan hati dan pikiran orang. Gastrodiplomasi di masa New Normal pasca pandemi semakin memacu kreativitas dalam berinovasi. Pemanfaatan teknologi dalam kuliner Nusantara pasca pandemi akan menjadi lebih sangat esensial dan untuk jangka panjang media sosial menjadi lebih berdaya guna dan tidak akan mundur lagi. Agus Trihartono menekankan pentingnya promosi kuliner Indonesia di era pandemik ini melalui media yang disebutnya sebagai “serangan udara” akan jauh lebih strategis dibandingkan promosi langsung (“serangan darat” ) lewat Frontline messangers seperti kedutaan dan kantor perwakilan RI, restaurant Indonesia, misi kebudayaan, trade expo maupun diaspora. Dalam orasi penutupnya, doktor lulusan Ritsumeikan University Jepang ini menegaskan bahwa gastrodiplomasi itu memberikan fokus pada commodity dan identity.

Masakan yang baik adalah ekspresi seni, salah satu kesenangan dari kehidupan yang beradab (Agus Trihartono-Co-Founder CGS UNEJ)

Acara ini dikemas agar menghibur, namun tidak meninggalkan dasar inti tujuan program acara.  Tujuannya adalah agar informatif dengan membahas materi yang sedang hangat dibicarakan oleh publik serta dibawakan dengan gaya santai (tidak terlalu serius) namun berkualitas dan menghibur serta tanpa menyisihkan sisi informatif dan edukatifnya. (cew)

Bookmark the permalink.