Sumber: Deposit Photos

Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jember kini memiliki program IR UNEJ Commentary yang merupakan kependekan dari International Relations Universitas Jember Commentary. Program ini memberikan kesempatan bagi dosen, mahasiswa, dan alumni untuk menuangkan gagasan akademik yang responsif terhadap isu-isu global. Tujuannya yaitu meningkatkan budaya berpikir kritis, reflektif, dan solutif, serta mendongkrak peran kampus dalam menyalurkan pemikiran terhadap dinamika hubungan internasional.

IR UNEJ Commentary merupakan platform publikasi singkat berbasis opini yang terbit dua bulan sekali dan membahas berbagai isu, mulai dari keamanan global, diplomasi dan kebijakan luar negeri, ekonomi dan perdagangan internasional, energi dan lingkungan, budaya, demokrasi dan hak asasi manusia, migrasi, etnis dan agama, gender, dan isu kawasan. Program tersebut diharapkan mampu menjembatani dunia akademik dan publik, sehingga tulisan tidak hanya dipahami oleh kalangan akademisi namun juga masyarakat luas, termasuk para pemangku kebijakan.

Kehadiran IR UNEJ Commentary juga merupakan upaya Prodi Ilmu Hubungan Internasional dalam mengasah kemampuan mahasiswa dalam menulis, menganalisis, dan mengembangkan argumentasi lebih practical. Kedepannya, diharapkan berkontribusi terhadap diskursus publik yang konstruktif.

Prodi Ilmu Hubungan Internasional telah menyiapkan beberapa persyaratan bagi para calon penulis yang tertarik mengirimkan tulisannya, salah satunya yaitu tulisan terdiri atas 800 hingga 1000 kata dalam Bahasa Indonesia maupun Inggris.

Bapak Drs. Bagus Sigit Sunarko, M.Si., Ph.D., selaku Koordinator Prodi Ilmu Hubungan Internasional, mengungkapkan pendapatnya perihal Program IR UNEJ Commentary. Menurutnya, sebagai salah satu bagian website prodi, IR UNEJ Commentary sangat penting karena mengubah situs web yang semula cenderung searah dan pasif menjadi lebih interaktif karena menyediakan sarana bagi pengunjung untuk berbagi wawasan dan gagasan.

Sementara itu, Profesor Abubakar Eby Hara juga mengungkapkan bahwa platform tersebut diharapkan menjadi forum komunikasi, diskusi dan interaksi antara para pakar HI tentang isu-isu kontemporer.