Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (UNEJ) kembali menggelar agenda akademik prestisius pada hari Jumat, 9 Oktober 2026. Kegiatan berupa seminar akademik ini diselenggarakan secara luring dengan mengambil tempat di Aula FISIP UNEJ. Mengusung tema besar “BRIDGING THE GAP: Akselerasi Collaborative Governance — Optimalisasi Sinergi Multi-Aktor Dalam Pembangunan Berkelanjutan”, acara ini berlangsung meriah. Penyelenggaraan seminar ini secara khusus dirancang sebagai langkah strategis institusi dalam rangka pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 4. Langkah nyata ini diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan sekaligus mendekatkan dunia akademik dengan realitas praktik di lapangan. Hadir sebagai narasumber utama dalam perhelatan ini adalah Dr. Agung Toni Saputra, S.STP., M.Si. Sosok ini dikenal luas oleh publik sebagai ahli sekaligus praktisi yang memiliki rekam jejak cemerlang dalam bidang governansi dan pembangunan. Dalam paparannya, Dr. Agung mengupas tuntas pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi berbagai persoalan daerah yang selama ini terjadi. Ia menekankan bahwa institusi pemerintah tidak bisa lagi bekerja sendirian dalam menghadapi kompleksitas tantangan di era modern. Sinergi yang kuat antara pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat sipil menjadi kunci utama kelancaran pembangunan.
Tujuan utama dari penyelenggaraan seminar akademik ini adalah untuk memperluas perspektif sivitas akademika mengenai konsep Collaborative Governance. Pendekatan ini dinilai sangat relevan sebagai alternatif solusi dalam mengoptimalkan sinergi multi-aktor di berbagai level pengambilan kebijakan. Melalui diskusi yang mendalam, seluruh peserta diajak memahami bagaimana kolaborasi dapat mempercepat terwujudnya pembangunan berkelanjutan di tingkat daerah. Pemahaman teoretis yang dipadukan dengan studi kasus nyata di lapangan memberikan wawasan baru bagi para hadirin. Hal ini sejalan dengan visi universitas untuk terus melahirkan pemikiran kritis yang berkontribusi pada kemajuan bangsa. Antusiasme yang tinggi terlihat jelas dari ragam latar belakang peserta yang memadati Aula FISIP UNEJ sejak pagi hari. Acara ini turut dihadiri secara langsung oleh jajaran dekanat yang memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif perkuatan budaya akademik tersebut. Selain itu, para dosen pengampu mata kuliah di lingkungan Program Studi Administrasi Negara juga tampak hadir untuk mendampingi mahasiswanya. Ratusan mahasiswa yang menjadi peserta terlihat sangat aktif memberikan tanggapan serta pertanyaan analitis selama sesi tanya jawab berlangsung. Kehadiran berbagai elemen kampus ini menciptakan atmosfer diskusi yang sangat hidup, interaktif, dan berbobot.
Keberhasilan pelaksanaan seminar ini memberikan sinyal positif bagi upaya peningkatan mutu pendidikan yang berfokus pada kehadiran praktisi mengajar di kampus. Sinergi antara teori akademis dan pengalaman empiris narasumber diharapkan mampu meningkatkan kompetensi lulusan Administrasi Negara ke depannya. Lebih jauh, gagasan-gagasan segar dari diskusi ini berpotensi menjadi rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah dalam merancang program-program strategis. Pihak UNEJ berkomitmen untuk terus memfasilitasi forum-forum serupa guna menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan tuntutan profesionalisme. Pada akhirnya, upaya kolaboratif ini akan bermuara pada terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui tata kelola pemerintahan yang inklusif.