Dalam sebuah diskusi yang hangat, yang dihelat secara daring pada hari Kamis, 28 Nopember 2024, para peserta diajak untuk menyelami hubungan kompleks antara agama dan masyarakat di Belanda. Sebagai pemateri utama, Associate Professor Annemarie Samuels dari University of Leiden, Belanda, memberikan wawasan mendalam mengenai dinamika keagamaan di negara yang dikenal dengan toleransi agamanya.
Samuels memaparkan bahwa Belanda, meski sering dianggap sebagai negara sekuler, tetap memiliki akar keagamaan yang kuat. Sejarah panjang dengan berbagai aliran Protestan dan Katolik, serta kehadiran komunitas Muslim yang terus berkembang, telah membentuk lanskap sosial dan budaya yang unik. Diskusi kemudian beralih pada bagaimana nilai-nilai keagamaan mempengaruhi kebijakan publik, interaksi antar kelompok agama, serta tantangan yang dihadapi dalam menjaga kohesi sosial di tengah pluralisme agama.
Salah satu poin menarik yang diangkat oleh Samuels adalah peran agama dalam identitas nasional Belanda. Ia menjelaskan bagaimana agama, meskipun tidak selalu secara eksplisit, tetap menjadi bagian penting dari cara orang Belanda memahami diri mereka dan tempat mereka di dunia. Selain itu, Samuels juga menyoroti bagaimana agama dapat menjadi sumber kekuatan dan inspirasi bagi individu dan komunitas, sekaligus menjadi faktor pemicu konflik jika tidak dikelola dengan baik.
Para peserta diskusi antusias menanggapi paparan Samuels dengan mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari perbandingan antara situasi keagamaan di Belanda dengan negara-negara Eropa lainnya, hingga pengaruh globalisasi terhadap praktik keagamaan di kalangan generasi muda. Diskusi ini menjadi kesempatan berharga bagi para akademisi, praktisi, dan masyarakat umum untuk saling berbagi pengetahuan dan perspektif mengenai isu-isu keagamaan kontemporer.
Dalam kesimpulannya, Samuels menekankan pentingnya dialog antaragama dan upaya untuk membangun masyarakat yang inklusif dan toleran. Ia juga mengajak semua pihak untuk terus mempelajari dan memahami dinamika keagamaan yang terus berubah, agar dapat hidup berdampingan secara damai dalam keberagaman.
