Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (UNEJ) menggelar Lokakarya Restrukturasi Laboratorium Teknologi Administrasi Publik dan Bisnis (LATABP) pada hari Sabtu, 4 April 2026, di Ruang Ekonomi 1, Kampus Vokasi JUbung, UNEJ. Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini bertujuan untuk menata ulang tata kelola laboratorium agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Dekan FISIP UNEJ, Suyani Indriastuti, S.Sos., M.Si., Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa restrukturisasi ini merupakan langkah strategis untuk mencetak lulusan yang kompetitif di era digital. “Kami ingin laboratorium ini tidak hanya menjadi tempat praktikum, tetapi juga pusat inovasi dan riset yang terintegrasi,” ujarnya di hadapan para peserta.
Lokakarya ini diikuti oleh para ketua program studi, kepala laboratorium, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan FISIP UNEJ. Materi yang dibahas mencakup pengembangan infrastruktur teknologi, penyusunan kurikulum praktikum berbasis proyek, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola laboratorium. Sebagai narasumber, Ketua Laboratorium Dr. Ike Wanusmawatie, S.Sos., M.AP. dari FIA Universitas Brawijaya, menyampaikan bahwa restrukturisasi ini akan menyasar pada digitalisasi sistem administrasi laboratorium dan penguatan kolaborasi dengan mitra industri. Diskusi berlangsung interaktif, dengan peserta aktif memberikan masukan terkait kebutuhan perangkat lunak simulasi kebijakan dan manajemen bisnis.
Salah satu fokus utama lokakarya adalah menyelaraskan kegiatan laboratorium dengan standar kompetensi kerja yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan pemerintahan. Sertifikasi pengelola laboratorium dan asisten pengelola laboratorium menjadi suatu keharusan. LATABP yang selama ini berperan dalam mendukung pembelajaran mahasiswa Ilmu Administrasi Bisnis dan Administrasi Publik akan direvitalisasi menjadi pusat pelatihan dan sertifikasi berbasis teknologi. Wakil Dekan III FISIP UNEJ menambahkan bahwa hasil restrukturasi ini akan diintegrasikan ke dalam kurikulum baru yang mulai diterapkan pada tahun 2026. “Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mengaplikasikannya melalui simulasi dan studi kasus nyata,” jelasnya.
Selain aspek teknis, lokakarya ini juga merumuskan skema pengembangan sumber daya manusia melalui program magang dan riset kolaboratif bagi dosen dan tenaga laboratorium. Para peserta sepakat untuk membentuk tim kerja yang akan menyusun blueprint restrukturasi LATABP dalam waktu tiga bulan ke depan. Targetnya, laboratorium ini dapat terakreditasi nasional dan menjadi rujukan bagi fakultas lain di Universitas Jember. Suyani Indriastuti mengapresiasi semangat seluruh sivitas akademika yang berkomitmen untuk terus berbenah demi meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.
Dengan terselenggaranya lokakarya ini, FISIP UNEJ optimistis dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dan daya saing tinggi di era revolusi industri 5.0. Restrukturisasi LATABP diharapkan dapat menjadi model bagi pengelolaan laboratorium serupa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama seluruh peserta untuk mengawal implementasi hasil lokakarya secara berkelanjutan. FISIP UNEJ terus menunjukkan eksistensinya sebagai fakultas yang berdampak dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Jl. Kalimantan No. 37, Kampus Bumi Tegalboto, Sumbersari, Jember, Jawa Timur, 68121, Indonesia.
082141416644