Organisasi pecinta alam Mapalus FISIP UNEJ turut ambil bagian dalam operasi pencarian pendaki yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Ijen. Melalui keterlibatan anggotanya dalam tim SAR OPA Jember, Mapalus berkontribusi langsung dalam proses pencarian hingga korban akhirnya ditemukan pada Rabu (19/2) pukul 16.16 WIB di lereng timur dekat puncak dengan vegetasi yang rapat.
Salah satu anggota Mapalus, Azzam yang juga dipercaya menjadi Komandan SRU (Search and Rescue Unit) dari SAR OPA Jember. Mengatakan, Informasi hilangnya pendaki diterima pada Selasa (18/2) sore. Setelah menerima laporan, tim segera melakukan koordinasi dengan SAR OPA (search and rescue organisasi pecinta alam) untuk melakukan pergerakan dalam pencarian pendaki yang hilang di gunung Ijen.
sebanyak tujuh personel gabungan dari Mapala Jember diberangkatkan menuju lokasi. Setibanya di kawasan Ijen, tim langsung berkoordinasi dengan petugas dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) setempat sebelum memulai pencarian pada pukul 10.00 WIB bersama unsur SAR gabungan lainnya, jelas Azzam yang juga seorang mahasiswa Administrasi Bisnis FISIP UNEJ.
Berbagai kendala dihadapi selama proses pencarian. Informasi simpang siur terkait posisi korban sempat membingungkan tim. Selain itu, paparan gas belerang yang mengganggu pernapasan serta medan yang ekstrem menjadi tantangan tersendiri. Memasuki pukul 14.00 WIB, kabut tebal disertai gerimis mulai menyelimuti kawasan, mempersempit jarak pandang dan meningkatkan risiko.
Meski demikian, tim tetap melanjutkan penyisiran hingga sore hari. Upaya tersebut membuahkan hasil ketika korban ditemukan pada pukul 16.16 WIB di lereng timur puncak Gunung Ijen. Proses evakuasi kemudian dilakukan sesuai prosedur operasi SAR.
Keterlibatan Mapalus FISIP UNEJ dalam operasi ini menjadi bukti nyata komitmen mahasiswa pecinta alam dalam misi kemanusiaan. Tidak hanya aktif dalam kegiatan eksplorasi alam, Mapalus juga hadir dalam situasi darurat sebagai bagian dari solidaritas dan tanggung jawab sosial.
Tim SAR mengimbau para pendaki untuk selalu melakukan registrasi resmi, memperhatikan kondisi cuaca, serta mematuhi standar keselamatan sebelum melakukan pendakian di kawasan Gunung Ijen yang memiliki karakteristik medan dan risiko tinggi.