JEMBER — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (Unej) mengonsolidasikan jejaring alumninya guna memperkuat kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional dan pengabdian masyarakat. Langkah strategis ini diwujudkan melalui perhelatan Temu Alumni FISIP 2026 yang dikemas dalam “Forum Tracer Study dan Stakeholder Engagement di lingkungan kampus FISIP UNEJ”, Sabtu (4/7). Momentum ini tidak sekadar menjadi ajang melepas rindu, melainkan sebagai wadah refleksi dan proyeksi peran alumni dalam menyokong implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di era dinamis.
Perhelatan yang diselenggarakan bertepatan dengan agenda Jalan Gembira Nasional KAUJE Fest 2026 tersebut dihadiri oleh sederet alumni FISIP UNEJ yang kini menduduki posisi strategis di tingkat nasional maupun daerah. Di antaranya adalah Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI sekaligus Ketua KAFISIP Dr. Muhammad Taufiq, DEA; Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendesa PDT RI Drs. Samsul Widodo, M.A.; serta Anggota Komisi DPR RI H. Charles Meikyansah dan H. Muhamad Nur Purnamasidi. Tidak ketinggalan, Profesor Riset dan Peneliti Utama BRIN Prof. Dr. R. Siti Zuhro, M.A., serta Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, S.Sos., M.SM., juga turut hadir memberikan sumbangsih pemikiran bagi almamater mereka.
Dekan FISIP UNEJ, Suyani Indriastuti, S.Sos., M.Si., Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa hubungan antara institusi dan alumni harus bertransformasi menjadi kemitraan strategis yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan institusi. Melalui semangat “FISIP TAKE OFF” yang berlandaskan tata kelola Transparan, Akuntabel, Kolaboratif, Efektif, Objektif, Fokus, dan Futuristik, fakultas berkomitmen penuh melakukan pengambilan keputusan berbasis data (evidence-based decision making). Hasil pelacakan lulusan (tracer study) pun dijadikan pijakan utama dalam mengevaluasi relevansi kurikulum demi menjawab tantangan kebutuhan zaman.
Dalam forum tersebut pula, Kepala LAN RI Mohammad Taufik menekankan bahwa alumni mengemban tanggung jawab moral dan profesional sebagai garda terdepan dalam merawat nilai-nilai kebangsaan, mengukuhkan demokrasi, serta mendorong pemberdayaan masyarakat. Senada dengan hal tersebut, Dekan FISIP Unej Suyani Indriastuti menggarisbawahi pentingnya keterlibatan aktif alumni untuk menjembatani dunia akademik dengan realitas sosiologis di lapangan. Sinergi ini diharapkan mampu mengeskalasi program pendidikan tinggi yang berdampak langsung terhadap akselerasi pembangunan di tingkat daerah maupun nasional sejalan dengan visi universitas.
Bukan sekadar wacana di atas meja, pertemuan ini juga melahirkan sejumlah inisiatif konkret kolaboratif yang menyasar penguatan kompetensi dosen dan mahasiswa. Pihak fakultas memaparkan capaian ekspansi kerja sama internasional serta meluncurkan program afirmatif seperti bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa kurang mampu, pengembangan DNA Talent, penguatan Career Center, hingga skema Talent Scouting untuk memetakan potensi studi lanjut serta kesiapan memasuki pasar kerja global. Pertemuan ini diakhiri dengan penyerahan bantuan secara simbolis serta asimilasi budaya lokal melalui penampilan musik dan Tari Gandrung khas Banyuwangi yang dibawakan mahasiswa, mencerminkan komitmen FISIP Unej untuk tetap merawat akar kultural nusantara.