Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember sukses menyelenggarakan kegiatan kuliah tamu (Visiting Lecture) pada hari Rabu, 20 Mei 2026 pukul 09.00 WIB. Bertempat di Aula FISIP Universitas Jember, acara penting ini dihadiri oleh para mahasiswa serta sivitas akademika yang antusias untuk memperluas wawasan internasional mereka. Mengusung tema besar “Human Capital Development and Work Culture in the Era of Global Competition: Lessons from Japan”, kuliah tamu ini dirancang untuk memberikan perspektif mendalam mengenai strategi menghadapi persaingan global melalui pengelolaan sumber daya manusia yang unggul.
Acara dibuka secara resmi dengan sambutan (opening speech) dari Dekan FISIP Universitas Jember, Suyani Indriastuti, S.Sos., M.Si., Ph.D. Jalannya diskusi interaktif ini dipandu oleh Honest Dody Molasy, S.Sos., M.A., seorang dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Jember yang bertindak sebagai moderator. Kuliah tamu ini menghadirkan pembicara utama yang sangat kompeten, yaitu Dr. Takonai Susumu, yang merupakan Konsul Jenderal Jepang di Surabaya. Dalam pemaparannya yang bertajuk “Discipline, Innovation, and Excellence: Insights from Japan’s Human Development Model”, Dr. Takonai membagikan rahasia sukses di balik ketangguhan dan keunggulan sistem pengembangan manusia di Jepang.
Dalam presentasinya, Dr. Takonai Susumu menjelaskan bahwa sistem pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Jepang dibangun secara terintegrasi melalui tiga pilar utama, yaitu pendidikan sekolah, pelatihan vokasi publik, dan program pengembangan di internal perusahaan. Pendidikan sekolah di Jepang secara konsisten menekankan pada pendidikan karier dan vokasi sejak dini. Di sisi lain, pemerintah menyediakan pelatihan vokasi publik yang inklusif bagi lulusan S1 dan SMK, karyawan aktif, hingga karyawan yang sedang berhenti bekerja sementara. Sinergi institusional ini memastikan transisi yang mulus dari dunia pendidikan ke dunia kerja.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bagaimana sektor korporasi di Jepang berperan aktif dalam mematangkan kompetensi tenaga kerja mereka. Perusahaan-perusahaan di Jepang berkomitmen penuh memberikan pelatihan berkelanjutan berupa On-the-Job Training (OJT), Off-the-Job Training (Off-JT), serta ruang untuk pengembangan diri (self-development). Kombinasi pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keahlian teknis, tetapi juga secara natural membentuk karakteristik khas karyawan Jepang yang dikenal memiliki loyalitas tinggi, tanggung jawab yang kuat, kemampuan kerja sama tim yang solid, serta kolaborasi yang harmonis di lingkungan kerja.
Sebagai penutup materi yang merujuk pada ITO Report for Human Capital Management dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang tahun 2022, dipaparkan strategi SDM modern yang mencakup 3 perspektif utama dan 5 faktor penting. Tiga perspektif tersebut melibatkan kolaborasi strategi SDM dengan strategi bisnis, penemuan celah (gap) antara kondisi saat ini dengan tujuan organisasi, serta penanaman budaya perusahaan yang kuat. Sementara itu, lima faktor penunjang keberhasilannya meliputi pembangunan talenta dinamis, berbagi pengetahuan antar-karyawan, motivasi untuk re-skilling digital, peningkatan keterlibatan (engagement) karyawan, serta penerapan sistem kerja yang fleksibel (Work From Anywhere). Kuliah tamu ini pun diakhiri dengan sesi tanya jawab yang produktif dan ucapan terima kasih dari pembicara atas perhatian besar dari seluruh peserta.