Guna mempercepat masa studi dan meningkatkan kualitas riset doktoral, mahasiswa program Doktor (S3) Ilmu Administrasi menyelenggarakan kegiatan “Bengkel Disertasi”. Forum intensif ini dirancang sebagai ruang inkubasi bagi para promovendus untuk membedah hambatan teknis maupun teoretis yang sering kali menjadi penghalang dalam penyelesaian tugas akhir. Dengan semangat kolaborasi, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi katalisator bagi lahirnya inovasi di bidang administrasi publik maupun bisnis.
Dalam sesi pembuka, ketua pelaksana menekankan bahwa tantangan terbesar mahasiswa S3 bukan hanya pada kedalaman materi, melainkan juga konsistensi dalam menulis. Bengkel ini menghadirkan sesi peer-review di mana antar-mahasiswa dapat memberikan masukan konstruktif terhadap draf bab yang sedang dikerjakan. Pendekatan ini bertujuan untuk meminimalisir isolasi akademik yang sering dirasakan oleh peneliti tingkat lanjut dan menciptakan ekosistem belajar yang suportif.
Kegiatan ini juga menghadirkan para pakar dan promotor senior, yaitu Drs. Himawan Bayu Patriadi, M.A., Ph.D., dan Drs. Supranoto, M.Si., Ph.D., untuk memberikan bimbingan kolektif terkait metodologi penelitian. Diskusi difokuskan pada pemantapan kerangka pemikiran dan ketajaman analisis data, mengingat standar publikasi internasional yang semakin kompetitif. Para peserta diajak untuk melihat disertasi bukan sekadar syarat kelulusan, melainkan kontribusi nyata terhadap pemecahan masalah administratif di tingkat nasional maupun global.
Antusiasme peserta terlihat dari dinamisnya sesi tanya jawab yang berlangsung selama acara. Banyak mahasiswa mengaku terbantu dengan adanya pembedahan studi kasus dan teknik penulisan artikel ilmiah yang efektif. Selain fokus pada aspek kognitif, bengkel ini juga memberikan tips manajemen waktu dan kesehatan mental agar mahasiswa tetap bugar secara psikis selama menempuh perjalanan akademik yang panjang dan penuh tekanan.
Melalui penyelenggaraan Bengkel Disertasi ini, diharapkan angka kelulusan tepat waktu pada program studi Ilmu Administrasi dapat meningkat secara signifikan. Inisiatif mandiri dari mahasiswa ini membuktikan bahwa sinergi antar-peneliti muda adalah kunci dalam menghadapi kompleksitas riset modern. Penutupan acara ditandai dengan penyusunan rencana aksi individu (IGA) bagi setiap peserta agar progres penulisan tetap terjaga pasca-kegiatan berakhir.