Program Studi Doktor Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember menyelenggarakan workshop intensif selama tiga hari, mulai tanggal 4 hingga 6 Mei 2026, bertempat di Ruang Internasional FISIP. Kegiatan ini difokuskan pada agenda “Menata Ulang Mata Kuliah Program Studi Doktor Ilmu Administrasi” guna menyelaraskan kurikulum dengan Peraturan Rektor Nomor 3 Tahun 2026. Workshop ini bertujuan untuk memperkuat relevansi akademik dan praktis lulusan doktor dalam menjawab tantangan zaman yang kian kompleks.
Sesi pertama dibuka oleh Dr. Lina Miftahul Jannah, S.Sos, M.Si, yang memaparkan materi mengenai “Reorientasi Program Studi Doktor Ilmu Administrasi berbasis Governance dan Evidence Based Policy.” Dalam penjelasannya, beliau menekankan pentingnya penguatan metodologi kebijakan berbasis data agar lulusan doktor mampu merumuskan tata kelola publik yang saintifik dan akuntabel. Pendekatan ini diharapkan menjadi fondasi utama dalam penyusunan struktur mata kuliah baru yang lebih mengedepankan integritas data dan analisis kebijakan yang mendalam.
Pada sesi berikutnya, Dr. R. Anang Muftiadi, S.E., M.Si, menghadirkan perspektif strategis melalui materi “Reorientasi Program Studi Doktor Ilmu Administrasi dalam Menghadapi Transformasi Digital dan Disrupsi Global melalui Strategi Adaptif.” Beliau menggarisbawahi bahwa kurikulum doktor tidak boleh kaku, melainkan harus memiliki fleksibilitas tinggi dalam merespons perubahan teknologi yang disruptif. Penggunaan strategi adaptif dalam kurikulum menjadi kunci agar para calon doktor mampu memimpin di tengah ketidakpastian global yang didorong oleh revolusi digital.
Aspek sumber daya manusia dan birokrasi menjadi sorotan utama dalam paparan Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M.Si., yang mengangkat judul “Kualitas SDM Aparatur yang Dibutuhkan dalam Transformasi Birokrasi dan Digitalisasi Layanan Publik.” Beliau menjelaskan bahwa penataan mata kuliah harus mampu memotret kebutuhan nyata di lapangan, terutama terkait kompetensi kepemimpinan digital bagi aparatur negara. Transformasi birokrasi hanya dapat berjalan sukses jika didukung oleh lulusan yang memiliki pemahaman komprehensif terhadap ekosistem layanan publik yang terdigitalisasi.
Menutup rangkaian pemaparan narasumber, Dr. Iryono, SP., MP., menyampaikan materi berjudul “Tantangan Kompetensi Lulusan Administrasi Bisnis dalam Mewujudkan Inovasi, Kewirausahaan berbasis Glokalisasi.” Beliau menekankan bahwa selain administrasi publik, sektor administrasi bisnis juga harus menyeimbangkan antara nilai-nilai lokal dengan standar global (glokalisasi). Dengan integrasi materi inovasi dan kewirausahaan yang tepat dalam kurikulum baru, lulusan Doktor Ilmu Administrasi diharapkan memiliki daya saing internasional tanpa meninggalkan akar keunikan potensi daerah.
Jl. Kalimantan No. 37, Kampus Bumi Tegalboto, Sumbersari, Jember, Jawa Timur, 68121, Indonesia.
082141416644