Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (UNEJ) sukses menggelar “Lokakarya Penyempurnaan Pedoman Praktik Mikro Mezzo” pada hari Sabtu (22/8/2026). Kegiatan akademik yang bertempat di Kampus Vokasi Jubung UNEJ ini dilangsungkan secara hibrida, mengombinasikan kehadiran langsung dan partisipasi daring melalui platform Zoom. Turut hadir dalam acara tersebut unsur Dekanat FISIP, jajaran Dosen Prodi IKS, serta perwakilan mahasiswa yang antusias mengikuti jalannya acara hingga selesai. Atik Rahmawati, S.Sos., M.SKesos., Ph.D., selaku Ketua LKPM FISIP UNEJ sekaligus penanggung jawab (PIC) kegiatan, memimpin langsung jalannya acara yang bertujuan memperkuat standar kompetensi lulusan ini. Lokakarya ini menjadi langkah strategis kampus dalam merespons dinamika profesi pekerjaan sosial yang semakin kompleks dan menuntut profesionalisme tingkat tinggi di lapangan.

Hadir sebagai narasumber pertama, Rahmawati, S.Ag., M.Si. dari Divisi Pengembangan Kurikulum APKPSI yang juga Kaprodi IKS Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), menyoroti pentingnya penyesuaian kurikulum. Ia memaparkan bahwa kurikulum inti IKS saat ini tengah direvisi agar selaras dengan standar internasional dan amanat Undang-Undang No. 14 Tahun 2019 tentang Pekerja Sosial. Dalam penyusunan pedoman praktikum, ia menekankan perlunya batasan yang jelas mengenai kewenangan asosiasi dan program studi guna menghindari kesalahan pemahaman yang kerap memisahkan ranah ini secara keliru. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa modul ini menyatukan intervensi Mikro dan Mezzo karena keduanya sama-sama menuntut keterampilan relasi langsung (direct practice). Meski digabung, penyusunan pedoman praktikum harus secara tegas memisahkan instrumen, capaian pembelajaran, serta rubrik penilaian antara level Mikro dan Mezzo di dalam satu mata kuliah yang sama.

Sementara itu, narasumber kedua, Dr. Didiet Widowati, M.Si. dari Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung, membedah esensi pelaksanaan Praktikum Institusi bagi mahasiswa. Program yang berfokus pada intervensi aras mikro (individu dan keluarga) serta mezzo (kelompok) ini merupakan jembatan penting yang memadukan teori kelas dengan realitas penanganan kasus sesungguhnya. Ia menegaskan perlunya sinergi tiga pihak antara mahasiswa, lembaga, dan kampus agar tercipta hubungan simbiosis mutualisme yang memberikan manfaat nyata bagi semua yang terlibat. Dalam praktiknya, integritas dan profesionalisme mahasiswa menjadi sorotan utama, di mana mereka wajib menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, Pancasila, dan kode etik pekerja sosial. Khusus pada penanganan kasus anak, mahasiswa dilarang keras mengabaikan prinsip kepentingan terbaik anak, wajib bersikap anti-diskriminasi, serta diharuskan menjaga kerahasiaan klien secara ketat.

Untuk mendukung kinerja di lapangan, mahasiswa turut dibekali berbagai alat asesmen teknis profesional seperti Genogram, Ecomap, hingga instrumen analisis kelompok. Namun, Dr. Didiet mengingatkan bahwa pedoman tersebut secara tegas melarang mahasiswa melakukan diagnosis psikologis yang memang berada di luar batas kewenangan profesi mereka. Sebaliknya, mahasiswa justru didorong untuk melakukan kolaborasi lintas disiplin dengan profesi lain, seperti psikolog atau tenaga medis, guna memberikan penanganan yang terukur dan komprehensif. Guna menjaga kualitas layanan dan kesehatan mental praktikan selama menangani kasus, program ini menerapkan sistem supervisi berlapis yang merujuk pada model Kadushin & Harkness (2014). Melalui sistem ini, dosen pembimbing akan menjalankan tiga fungsi krusial secara bersamaan, yakni fungsi edukasi (membimbing keterampilan), fungsi suportif, serta fungsi administratif.

Fungsi suportif dalam supervisi tersebut secara khusus dirancang untuk memberikan dukungan emosional dan ruang aman bagi refleksi praktikan, termasuk sesi debriefing apabila menemui kasus berat. Melalui Praktikum Institusi yang terstruktur ini, diharapkan lulusan Pekerjaan Sosial kelak bukan sekadar sarjana yang kaya akan teori semata di atas kertas. Lebih dari itu, mereka diproyeksikan menjadi praktisi tangguh yang kompeten, siap kerja, dan teruji oleh berbagai dinamika permasalahan sosial di tengah masyarakat. Untuk menyempurnakan keseluruhan gagasan yang muncul, lokakarya ini juga membuka sesi tanya jawab interaktif yang melibatkan partisipasi aktif dari seluruh peserta. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi Focus Group Discussion (FGD) guna mematangkan penyusunan pedoman praktikum sebagai hasil akhir dan implementasi dari lokakarya tersebut.

FISIP UNEJ Resmi Lepas Mahasiswa Magang Inovatif, Siap Ciptakan Dampak Nyata di Masyarakat

JEMBER — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember (FISIP UNEJ) secara resmi menggelar seremonial pelepasan peserta program Magang Inovatif Berdampak pada Rabu (19/8/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat di Aula FISIP Universitas Jember ini menandai...

Ukir Prestasi Tingkat Nasional, Mahasiswa FISIP UNEJ Juarai Liga Debat IDN Times 2026

Ajang kompetisi adu gagasan tingkat nasional, Liga Debat Mahasiswa 2026 yan diinisiasi oleh IDN Times tahun ini mengangkat tema besar yang sangat relevan dengan dinamika kiwari, yakni “Ekonomi Kreatif dan Peluang Kerja Gen Z Indonesia”. Antusiasme yang terbangun...

Lestarikan Budaya Bangsa, FISIP UNEJ Rayakan HUT RI dengan Rangkaian Permainan Tradisional

JEMBER – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (UNEJ) menyelenggarakan serangkaian perlombaan permainan tradisional pada Senin, 17 Agustus 2026....

Kobarkan Semangat: 900 Mahasiswa Baru Resmi Ikuti ARUNA PKKMB FISIP Universitas Jember

Universitas Jember (UNEJ) resmi memulai rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026. Di antara ribuan peserta dari berbagai fakultas dan kampus cabang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNEJ turut...

Perkuat Pendidikan Berkelanjutan, Ilmu Kesejahteraan Sosial Finalisasi Model Pembelajaran Green Work Social Work

Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember merespons tantangan lingkungan global dengan menggelar kegiatan bertajuk "Peningkatan Kualitas Pembelajaran Berwawasan...

Dorong Riset Berdampak, FISIP Matangkan Peta Jalan Penelitian dan PKM 2026–2030

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember menyelenggarakan Lokakarya Peta Jalan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) 2026–2030 yang berlangsung di Kampus Vokasi Jubung pada tanggal 31 Juli hingga 1 Agustus 2026. Agenda strategis ini...

Menyambut Semester Baru, UNEJ Rilis Kalender Akademik Gasal 2026/2027

Universitas Jember (UNEJ) secara resmi telah menetapkan Kalender Akademik untuk Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 melalui Keputusan Rektor. Penetapan ini menjadi acuan utama bagi seluruh mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi tahapan administrasi dan...

Langkah Baru Pengabdian: FISIP UNEJ Gelar Tasyakuran Terbitnya SK PNS dan Jabatan Fungsional Dosen

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember menyelenggarakan acara tasyakuran sebagai bentuk rasa syukur atas terbitnya Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) sekaligus SK Jabatan Fungsional Dosen bagi para dosen di...

LKPM-FISIP UNEJ dan JFC Berkolaborasi Ukur Dampak Sosial-Ekonomi Event Pariwisata Melalui Riset Strategis

Lembaga Kajian Pemberdayaan Masyarakat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember ( LKPM-FISIP UNEJ) resmi mengimplementasikan kerja sama strategis dengan Jember Fashion Carnaval (JFC) dalam pelaksanaan Survei Valuasi Dampak Sosial-Ekonomi Event...

FISIP UNEJ Lepas 76 Calon Wisudawan: 32 Raih Predikat Cumlaude, Ajeng Anggraini Sabet IPK Tertinggi 3,96

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember kembali meluluskan sebanyak 76 calon wisudawan dari berbagai strata dan program studi. Sesi pelepasan dan yudisium yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada Hari Jumat, 24 Juli 2026, di Ruang Aula FISIP,...