Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember menyelenggarakan Lokakarya Peta Jalan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) 2026–2030 yang berlangsung di Kampus Vokasi Jubung pada tanggal 31 Juli hingga 1 Agustus 2026. Agenda strategis ini dirancang untuk merumuskan dan menyelaraskan arah riset akademis dengan tantangan disrupsi global, agenda prioritas nasional Asta Cita, serta visi besar Universitas Jember sebagai perguruan tinggi bereputasi internasional berorientasi pertanian industrial berkelanjutan. Lokakarya dua hari ini dihadiri secara intensif oleh jajaran pimpinan fakultas, ketua program studi, koordinator Kelompok Riset dan Pengabdian Masyarakat (KeRis-DiMas), serta deretan akademisi FISIP UNEJ.
Mengusung semangat Diktisaintek Berdampak, lokakarya ini menghadirkan narasumber utama Nisa Kurnia Illahiati, Ph.D., pakar ekosistem riset dan penjaminan mutu dari Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya. Dalam pemaparannya, Nisa menegaskan pentingnya pergeseran paradigma riset perguruan tinggi dari yang semula sekadar berorientasi kegiatan dan jumlah luaran administratif (activity-driven), menuju riset yang berfokus pada penyelesaian masalah nyata di masyarakat (impact-driven). Sejalan dengan Permendiktisaintek No. 10 Tahun 2026 dan Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025, Nisa menekankan bahwa publikasi ilmiah harus dijadikan landasan perubahan sosial, di mana proses perumusan masalah wajib melibatkan mitra secara kolaboratif (co-production) sejak awal dan memanfaatkan kerangka Sustainable Development Goals (SDGs) untuk mengukur dampak yang dihasilkan.
Berangkat dari pemetaan persoalan mendesak di Kabupaten Jember dan kawasan Tapal Kuda—seperti isu agrarian, ketahanan pesisir, dinamika pesantren dan budaya, hingga transformasi digital UMKM—lokakarya ini berhasil merumuskan enam tema payung strategis riset dan PkM FISIP UNEJ 2026–2030. Keenam tema unggulan tersebut meliputi: (1) Demokrasi, Kewargaan, dan Integritas Informasi; (2) Tata Kelola, Pelayanan Publik, dan Kebijakan Berbasis Bukti; (3) Transformasi Digital, AI, Kerja, dan Ekonomi Platform; (4) Inklusi Sosial, Kesejahteraan, dan Mobilitas; (5) Budaya, Komunikasi, Identitas, dan Perubahan Sosial; serta (6) Ketahanan Sosial-Ekologis dan Sumber Daya. Seluruh tema riset tersebut diuji secara ketat berdasarkan tiga kriteria kelayakan utama, yakni relevansi dengan kebutuhan wilayah, kapasitas kepakaran internal, serta kejelasan dampak bagi pengguna hasil penelitian.
Penyusunan peta jalan ini diselaraskan secara vertikal dengan Peraturan Rektor Universitas Jember Nomor 5 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Penelitian dan PkM (RIPP) UNEJ 2026–2030 yang memuat pilar Nawa Gatra Utama. Selain itu, lokakarya ini mengadopsi prinsip Scientific Leadership untuk mendorong FISIP UNEJ bertransformasi dari sekadar Research University menjadi Impact University. Melalui sinergi ini, hasil-hasil riset dosen dan mahasiswa tidak hanya berhenti pada repositori kampus atau jurnal ilmiah, tetapi juga terhilirisasi menjadi policy brief, naskah akademik rekomendasi kebijakan publik, modul inovasi layanan pemerintah daerah, hingga program pemberdayaan masyarakat yang responsif terhadap perubahan zaman.
Guna menjamin efektivitas dan keberlanjutan implementasi di lapangan, ekosistem riset FISIP UNEJ dirancang secara terintegrasi dan berjenjang dari tingkat Fakultas, Program Studi, hingga Dosen individual. Pada tingkat operasional, Kelompok Riset (KeRis-DiMas) dan laboratorium program studi difungsikan sebagai hub utama kolaborasi interdisipliner dan ruang produksi pengetahuan yang melibatkan mahasiswa. Sistem tata kelola riset juga dilengkapi dengan instrumen pemantauan dan evaluasi (Monev) yang adaptif berbasis kriteria input, aktivitas, output, outcome, dan impact, sekaligus menyatukan agenda riset dosen dengan tugas akhir mahasiswa dan pembelajaran berbasis proyek.
Melalui penyelenggaraan lokakarya di Kampus Vokasi Jubung ini, FISIP Universitas Jember menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mengejar publikasi bereputasi internasional, tetapi juga meninggalkan warisan intelektual (intellectual legacy) yang berdampak langsung bagi masyarakat. Dengan mengonsolidasikan kepakaran akademisi serta memperkuat kemitraan strategis bersama pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil, FISIP UNEJ optimistis mampu mengukuhkan posisinya sebagai pusat rujukan ilmu sosial dan politik yang bereputasi tinggi di tingkat nasional maupun global menuju tahun 2030.