Ajang kompetisi adu gagasan tingkat nasional, Liga Debat Mahasiswa 2026 yan diinisiasi oleh IDN Times tahun ini mengangkat tema besar yang sangat relevan dengan dinamika kiwari, yakni “Ekonomi Kreatif dan Peluang Kerja Gen Z Indonesia”. Antusiasme yang terbangun terbukti dari partisipasi masif sebanyak 87 tim yang mewakili 69 perguruan tinggi dari berbagai penjuru Nusantara. Setelah melewati proses seleksi makalah yang ketat, sebanyak 16 kampus terbaik berhak melaju ke babak utama yang diselenggarakan secara daring sejak 24 Juli hingga fase semifinal pada 12 Agustus 2026. Puncak kemeriahan kompetisi bergengsi ini kemudian ditutup dengan pertempuran intelektual secara tatap muka di The Plaza, IDN Times HQ, Jakarta, pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Pada babak final delegasi Universitas Jember (UNEJ) berhasil mencatatkan prestasi tertinggi dengan keluar sebagai kampiun utama. Tim UNEJ yang diwakili oleh 3 mahasiswa dari FISIP UNEJ terdiri dari Algi Febriano dari Program Studi Ilmu Administrasi Negara, bersama dua rekannya dari Hubungan Internasional, Baiq Silvia Ariani Putri dan Mustofa dari Program Studi Hubungan Internasional, sukses menumbangkan perlawanan sengit Universitas Padjadjaran (UNPAD). Ajang debat final ini berlangsung dengan tensi yang tinggi dan penuh dinamika, menuntut setiap peserta untuk mengerahkan seluruh kemampuan analisis dan retorika mereka di hadapan dewan juri. Pada akhirnya, UNEJ diputuskan berhak membawa pulang gelar juara setelah mengumpulkan total 251 poin dari berbagai kriteria penilaian objektif. Angka ini hanya terpaut tipis tiga poin dari tim UNPAD yang harus puas di posisi runner-up dengan perolehan 248 poin, menegaskan betapa kompetitifnya laga puncak tersebut.
Persaingan argumen di babak final menyoroti mosi yang sangat lekat dengan tren ekonomi digital masa kini, yaitu “Perlindungan Jaminan Sosial atau Pelatihan dan Pengembangan Kapasitas yang Lebih Dibutuhkan Afiliator Zaman Now?”. Tim UNPAD—yang diwakili oleh Ayub Amir Muslim, Chelsea Arvianda Putri, dan Muhammad Naufal Suryaatmaja—berdiri di posisi yang menekankan urgensi perlindungan mutlak dari pemerintah. Mereka menyoroti berbagai risiko psikologis dan struktural yang mengintai para afiliator, mulai dari ancaman burn out, kecemasan, isu kesehatan mental, hingga rentannya masa tua tanpa dana pensiun. Di seberang mimbar, tim UNEJ tampil meyakinkan dengan membawa narasi konter bahwa pelatihan dan pengembangan kapasitas adalah kunci utama kelangsungan hidup afiliator. Menurut UNEJ, peningkatan keahlian akan membuka jalan bagi afiliator untuk terus beradaptasi dengan disrupsi teknologi, sekaligus melipatgandakan potensi pendapatan finansial mereka secara mandiri.
Tim FISIP Unej dengan cerdas berargumen bahwa peningkatan kapasitas adalah kunci mutlak bagi afiliator untuk dapat terus bertahan dan beradaptasi di tengah gempuran perkembangan teknologi yang masif serta persaingan pasar yang makin ketat. Memiliki skill mumpuni, menurut kalkulasi mereka, akan berbanding lurus dengan peningkatan volume penjualan dan pada akhirnya mendongkrak penghasilan secara signifikan. Mereka menganalogikan bahwa meski semua orang mungkin paham cara menaruh link produk di media sosial, namun tidak semua orang menguasai psikologi konsumen dan strategi memasarkan produk tersebut secara efektif. Lebih jauh, tim FISIP UNEJ membedah anatomi pekerjaan afiliator secara tajam dengan menyatakan bahwa tidak semua orang yang sekadar bisa membagikan tautan produk memiliki insting pemasaran yang mumpuni. Mereka berargumen bahwa keahlian spesifik seperti pemahaman tentang Search Engine Optimization (SEO) dan algoritma platform jauh lebih dicari oleh jenama (brand) maupun pelaku UMKM saat ini. Menariknya, UNEJ membantah klaim UNPAD dengan menyebut bahwa sindrom burn out justru berakar dari ketidakmampuan afiliator dalam memahami algoritma dan keterbatasan kapasitas kerja mereka sendiri. Pada akhirnya, dewan juri sepakat menjatuhkan poin kemenangan kepada Universitas Jember yang dinilai lebih bernas dan unggul dalam memaparkan argumentasi terkait urgensi pengembangan skill afiliator, sekaligus mengukuhkan Tim FISIP UNEJ sebagai juara 1 Liga Debat Mahasiswa IDN Times tahun ini.