Sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, BEM FISIP UNEJ Departemen Pengabdian Masyarakat melalui program kerja Kelana Desa melaksanakan kegiatan pengabdian dengan memberikan edukasi terkait pemilahan sampah dengan aturan Reduce, Reuse, Recycle (3R) serta penguatan kehadiran pengelolaan Bank Sampah di Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember pada Sabtu, 6 Juni 2026. Kegiatan ini berkolaborasi dengan komunitas Wiskomunalian dan Karang Taruna Birawa sebagai upaya penyadaran terhadap kepedulian lingkungan terutama di Desa Sanenrejo sebagai Desa penyangga Kawasan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB).
Program ini berangkat dari hasil akhir asesmen yang dilakukan oleh panitia Kelana Desa kepada warga Desa. Dalam asesmen tersebut kami menggunakan dua metode utama, yaitu Focus Group Discussion (FGD) dan Participatory Rural Appraisal (PRA). Kedua metode ini dipilih secara deliberatif untuk memastikan bahwa warga tidak diperlakukan sebagai objek program, melainkan sebagai subjek aktif yang terlibat langsung dalam proses identifikasi masalah dan perumusan solusi. Keterlibatan aktif sejak tahap asesmen ini bertujuan menumbuhkan sense of belonging warga terhadap program, sehingga keberlanjutan dampak dapat lebih terjamin pasca kegiatan. Hasil asesmen menunjukkan bahwa permasalahan lingkungan adalah yang paling banyak, salah satu permasalahan nya adalah sebagian warga masih melakukan pembakaran sampah rumah tangga sebagai cara utama dalam mengelola limbah rumah tangga. Hal tersebut menunjukkan minimnya kepedulian warga dalam menjaga kualitas lingkungan mengenai pengelolaan sampah yang berakibat pada menurunnya kualitas udara, dan pencemaran tanah.
Atas dasar tersebut maka bentuk kegiatan yang dilakukan sebagai langkah awal menyadarkan warga dilakukan dengan terselenggaranya kolaborasi sosialisasi dengan Karang Taruna dalam pengelolaan sampah rumah tangga, pelatihan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya dan juga percontohan pembuatan tempat sampah sederhana dari pemanfaatan galon bekas. Selain itu, ajakan untuk turut aktif dalam program Bank Sampah yang dikelola oleh pemuda Desa Karang Taruna Birawa juga sebagai pendorong kepedulian warga.

Selain warga desa, kegiatan ini bersama Komunitas Wiskomunalian juga menghadirkan edukasi lingkungan kepada siswa kelas 3 dan 4 di SDN Sanenrejo 04 melalui model edukasi interaktif mengenai pemilahan sampah organik, anorganik dan B3. Edukasi ini disambut antusiasme anak-anak yang juga di selipkan sesi fun experience pemanfaatan sampah plastik botol bekas menjadi gantungan kunci bernilai ekonomis. Melalui edukasi sejak dini ini diharapkan bisa menumbuhkan jiwa kepedulian anak terhadap lingkungan agar bisa diterapkan di lingkungan rumah maupun sekolah.Program ini diikuti oleh 15 volunter mahasiswa FISIP, dengan menggandeng mitra Karang Taruna, Komunitas Wiskomunalian, SDN Sanenrejo 04 dan juga dukungan dari Pemerintah Desa dalam upaya menghadirkan ruang pengabdian yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata dalam dinamika lingkungan masyarakat. Diharapkan program ini menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran warga betapa pentingnya pengelolaan sampah dalam menjaga lingkungan dan 30 warga yang hadir bisa menjadi local hero mencontohkan materi yang didapatkan kepada warga sekitar untuk menuju Desa Sanenrejo yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
