Arjasa, Jember — 23 Agustus 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (UNEJ) memperkuat jejaring kolaborasi internasional melalui kegiatan Community Engagement bersama Pemerintah Desa Wisata Adat Arjasa, Kabupaten Jember, dan Fakultas Ilmu Politik Universitas Dili (UNDIL), Timor-Leste. Kegiatan yang dilaksanakan pada 23 Agustus 2026 bertempat di Desa Wisata Adat Arjasa, Kabupaten Jember, menjadi ruang strategis untuk mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah desa, masyarakat, dan mitra internasional dalam pengembangan pembelajaran serta pengabdian berbasis komunitas.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan FISIP Universitas Jember, Suyani Indriastuti, S.Sos., M.Si., Ph.D., serta Dean of Political Sciences, University of Dili Timor-Leste, Cesaltina Angela Soares, L.CP., M.Si. Dari Pemerintah Desa Arjasa, kegiatan dihadiri oleh Kepala Desa Arjasa, Ibu Wasi’a. Kehadiran para pimpinan institusi tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk membangun kolaborasi yang tidak berhenti pada kerja sama kelembagaan, tetapi diterjemahkan dalam aktivitas nyata bersama masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, FISIP UNEJ juga menghadirkan para ketua laboratorium di lingkungan FISIP UNEJ. Kehadiran para pengelola laboratorium menjadi penting karena laboratorium tidak hanya diposisikan sebagai ruang akademik di lingkungan kampus, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran yang dapat dikembangkan melalui pengalaman langsung di masyarakat.
Desa Wisata Adat Arjasa dipandang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai field social laboratory bagi civitas akademika FISIP UNEJ. Konsep ini memungkinkan mahasiswa, dosen, peneliti, dan pengelola laboratorium melakukan pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan inovasi sosial secara langsung dengan menjadikan masyarakat dan lingkungan desa sebagai ruang belajar yang hidup.
Melalui pendekatan tersebut, Desa Wisata Adat Arjasa tidak hanya menjadi lokasi kegiatan akademik, tetapi dapat menjadi ruang kolaborasi multipihak untuk memahami berbagai dinamika sosial, budaya, ekonomi, tata kelola pemerintahan desa, pemberdayaan masyarakat, pengembangan pariwisata berbasis komunitas, serta keberlanjutan lingkungan.
Dekan FISIP UNEJ, Suyani Indriastuti, S.Sos., M.Si., Ph.D., menegaskan pentingnya memperluas ruang pembelajaran bagi civitas akademika melalui keterlibatan langsung dengan masyarakat. Kolaborasi dengan desa dan mitra internasional menjadi peluang untuk mengembangkan pembelajaran yang kontekstual sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan masyarakat.
Sementara itu, kehadiran Cesaltina Angela Soares, L.CP., M.Si., Dean of Political Sciences, University of Dili Timor-Leste, memperkuat dimensi internasional dalam community engagement. Kolaborasi FISIP UNEJ dengan Fakultas Ilmu Politik Universitas Dili membuka peluang pertukaran pengetahuan dan pengalaman mengenai masyarakat, pemerintahan, kebijakan publik, pemberdayaan, serta praktik pengembangan komunitas antara Indonesia dan Timor-Leste.
Dari perspektif Pemerintah Desa Arjasa, keterlibatan perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan desa. Kepala Desa Arjasa, Ibu Wasi’a, menjadi bagian penting dalam membangun jembatan antara kebutuhan masyarakat desa dengan sumber daya pengetahuan, penelitian, dan inovasi yang dimiliki perguruan tinggi.
Atik Rahmawati, S.Sos., M.Kesos, Ph.D selaku ketua tim Kerjasama dan Hubungan Luar Negeri menyatakan bahwa kolaborasi ini juga menempatkan masyarakat sebagai subjek utama, bukan sekadar objek kegiatan akademik. Dengan demikian, community engagement diarahkan untuk membangun hubungan yang saling menguntungkan antara perguruan tinggi dan masyarakat melalui proses identifikasi potensi lokal, pertukaran pengetahuan, penguatan kapasitas, pengembangan inovasi, serta penyusunan agenda bersama.
Hadir bersama dalam pengembangan laboratorium Drs. Akhmad Ganefo, M.Si. selaku sebagai kepala laboratorium Masyarakat Berkelanjutan; Atik Rahmawati, S.Sos., M.Kesos., Ph.D selaku ketua Laboratorium Kajian Pemberdayaan Masyarakat; Margaretta Andini Nugroho, S.ST. Par., M.Par. selaku ketua laboratorium Perhotelan dan Travel Agent.
Ke depan, Desa Wisata Adat Arjasa berpotensi dikembangkan sebagai laboratorium sosial lintas disiplin dan lintas negara yang menghubungkan berbagai laboratorium di FISIP UNEJ dengan program studi, peneliti, mahasiswa, pemerintah desa, komunitas, serta mitra internasional. Model tersebut dapat menjadi basis bagi pelaksanaan penelitian kolaboratif, community-based research, service learning, Kuliah Kerja Nyata, pengabdian masyarakat, student mobility, field study, hingga pengembangan publikasi bersama.
Kehadiran pimpinan FISIP UNEJ, pimpinan Fakultas Ilmu Politik Universitas Dili Timor-Leste, Pemerintah Desa Arjasa, serta para ketua laboratorium FISIP UNEJ dalam satu forum menjadi momentum penting untuk membangun ekosistem kolaborasi akademik dan sosial yang berkelanjutan.
Melalui community engagement ini, FISIP UNEJ menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat melalui integrasi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama internasional. Desa Wisata Adat Arjasa diharapkan dapat menjadi salah satu ruang strategis untuk mewujudkan gagasan tersebut sekaligus memperkuat posisi FISIP UNEJ sebagai institusi akademik yang hadir dan bekerja bersama masyarakat.
Tentang Community Engagement
Community Engagement merupakan pendekatan kolaboratif yang mempertemukan perguruan tinggi dengan masyarakat, pemerintah, dan mitra strategis untuk menghasilkan pengetahuan, inovasi, dan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dalam konteks Desa Wisata Adat Arjasa, pendekatan ini diarahkan untuk membangun ekosistem pembelajaran dan pemberdayaan yang berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi sosial, budaya, kelembagaan, ekonomi, dan lingkungan lokal.