Ruang Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember berubah menjadi ruang diskusi kritis, Sabtu (23/05/2026), saat menggelar kuliah tamu bertema “Media dan Komunikasi Politik Global” dengan metode nonton bareng film dokumenter berjudul Pesta Babi Kolonialisme di Zaman Kita 2026. Acara yang dipadati mahasiswa dan dosen ini menghadirkan narasumber utama. Melalui pemutaran film yang mengupas praktik kolonialisme dalam kemasan ekonomi dan budaya kontemporer, para peserta diajak memahami bagaimana media massa global berperan melanggengkan relasi kuasa timpang antarnegara.
Film Pesta Babi Kolonialisme di Zaman Kita 2026 menyajikan alegori kuat tentang eksploitasi sumber daya alam dan tenaga kerja di negara-negara Global Selatan yang dibungkus narasi pembangunan dan investasi. Dengan setting fiksi ilmiah tahun 2026, film ini menggambarkan sebuah “pesta” besar yang dirayakan oleh korporasi transnasional dan elite politik global, sementara masyarakat lokal justru menanggung krisis ekologis dan sosial. Sepanjang pemutaran, audiens terlihat hening mencermati setiap adegan yang menyoroti peran media sosial, algoritma digital, dan kampanye politik lintas batas dalam menormalisasi ketimpangan struktural.
Dalam sesi diskusi pasca pemutaran, bahwa komunikasi politik global saat ini tidak lepas dari warisan kolonial yang terus direproduksi melalui framing media. “Film ini menunjukkan bagaimana ‘pesta babi’ itu berlangsung di ruang digital kita sehari-hari—melalui iklan, berita yang bias, hingga endorsement politisi oleh perusahaan raksasa,” ujarnya. Ia juga menyoroti perlunya literasi media kritis bagi generasi muda agar mampu membongkar pesan-pesan terselubung yang melanggengkan ketidakadilan global. Mahasiswa pun antusias mengajukan pertanyaan seputar resistensi komunikasi alternatif, seperti gerakan media warga dan jurnalisme data dari perspektif Selatan.
Ketua Pelaksana Kuliah Tamu, menjelaskan bahwa metode nonton bareng dipilih untuk mendekatkan isu abstrak komunikasi politik global pada pengalaman visual dan emosional. “Teori-teori tentang hegemoni dan imperialisme budaya sering terasa berat kalau hanya lewat kuliah konvensional. Lewat film ini, mahasiswa bisa merasakan langsung bagaimana mekanisme kuasa itu bekerja secara sinematik,” terangnya. Ia menambahkan bahwa antusiasme peserta melebihi target, dengan total 150 mahasiswa dari berbagai fakultas turut hadir.
Jl. Kalimantan No. 37, Kampus Bumi Tegalboto, Sumbersari, Jember, Jawa Timur, 68121, Indonesia.
082141416644