Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember (BEM FISIP UNEJ) melalui Departemen Kajian Isu dan Wacana Publik menyelenggarakan kegiatan Resonansi Sospol 1.0 dengan tema “Negara Melindungi atau Mengancam? Kekerasan Aparat dan Masa Depan Hak Sipil di Indonesia.” Kegiatan ini menghadirkan Dr. Linda Dwi Eriyanti, S.Sos., M.A. dan Rian Adhivira Prabowo, S.Psi., S.H., MHMA sebagai pemateri untuk mengupas berbagai persoalan terkait hak asasi manusia, kekerasan negara, serta posisi masyarakat sipil dalam demokrasi Indonesia.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai ruang diskusi dan refleksi bagi mahasiswa untuk memahami berbagai tantangan yang dihadapi dalam penegakan hak asasi manusia di Indonesia. Melalui forum ini, peserta diajak untuk melihat secara kritis hubungan antara negara, aparat penegak hukum, dan masyarakat sipil, khususnya dalam konteks perlindungan hak-hak dasar warga negara.

Pada sesi pertama, pemateri menjelaskan konsep dasar Hak Asasi Manusia (HAM) sebagai hak yang melekat pada setiap manusia sejak lahir dan wajib dihormati, dilindungi, serta dipenuhi oleh negara. Dalam konteks hak sipil dan politik, negara memiliki kewajiban untuk menjamin kebebasan berpendapat, berkumpul, dan berorganisasi tanpa intervensi yang melanggar hak warga negara. Sementara itu, pada aspek ekonomi, sosial, dan budaya, negara dituntut berperan aktif dalam memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat agar dapat hidup secara layak. Namun demikian, realitas penegakan HAM di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kasus penyiksaan, penangkapan sewenang-wenang, pembunuhan, hingga penghilangan paksa yang penyelesaiannya dinilai belum optimal.

Materi kedua membahas mengenai kontur kekerasan di Indonesia melalui berbagai peristiwa sejarah, khususnya tragedi 1965 dan Penembakan Misterius (Petrus) pada masa Orde Baru. Pemateri menjelaskan bahwa kekerasan negara tidak hanya hadir dalam bentuk tindakan langsung, tetapi juga dapat muncul melalui pembiaran terhadap pelanggaran yang terjadi. Kekerasan tersebut memiliki karakteristik yang bersifat struktural, berkelanjutan, dan meninggalkan dampak antargenerasi berupa trauma yang diwariskan kepada generasi berikutnya. Hingga saat ini, penyelesaian berbagai pelanggaran HAM berat dinilai masih menghadapi banyak hambatan, baik dalam pengungkapan kebenaran, penegakan keadilan, maupun jaminan ketidakberulangan.

Diskusi yang berlangsung dalam kegiatan ini turut mengangkat berbagai isu penting, mulai dari independensi lembaga penegakan HAM, kebebasan berpendapat, penyelesaian pelanggaran HAM berat, hingga partisipasi mahasiswa dalam kehidupan politik dan sosial. Pemateri menyoroti bahwa masih terdapat berbagai tantangan yang menghambat optimalisasi penegakan HAM di Indonesia, termasuk lemahnya kesadaran publik dan rendahnya keterlibatan generasi muda dalam ruang-ruang politik. Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk tidak hanya memahami teori demokrasi dan HAM di ruang kelas, tetapi juga berani mengambil peran aktif dalam organisasi, komunitas, maupun ruang publik lainnya.

Dalam sesi diskusi, pemateri juga menekankan bahwa perubahan sosial tidak dapat sepenuhnya bergantung pada negara. Masyarakat, termasuk mahasiswa, memiliki peran penting dalam mengawal isu-isu kemanusiaan melalui penguatan solidaritas, kesadaran kritis, serta keberanian untuk terlibat dalam berbagai bentuk advokasi sosial. Di tengah berbagai tantangan yang ada, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya peka terhadap persoalan di sekitarnya, tetapi juga aktif dalam memperjuangkan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan.

Melalui Resonansi Sospol 1.0, BEM FISIP UNEJ berharap mahasiswa dapat semakin memahami pentingnya perlindungan hak sipil dan penegakan HAM sebagai fondasi kehidupan demokratis. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang mendorong lahirnya generasi muda yang kritis, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi di masyarakat.

Dosen dan Peneliti UKM Malaysia Jadi Pembicara Utama Stadium General FISIP Unej: Angkat Isu Demokrasi dan Perdamaian

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember menyelenggarakan acara Stadium General (Visiting Lecture) bertajuk "Democracy and Peace" pada Senin, 7 September 2026, bertempat di Ruang Aula FISIP Universitas Jember. Kegiatan ini menghadirkan tiga...

Dekan FISIP UNEJ Resmi Buka PPMB 2026, Tekankan Peran Mahasiswa sebagai Agen Perubahan Sosial

Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Mahasiswa Baru (PPMB) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember Tahun 2026 resmi dimulai, Sabtu (5/9/2026). Acara pembukaan diawali dengan apel pagi yang khidmat dan dihadiri langsung oleh Dekan FISIP UNEJ...

Kelana Desa Ruang Pengabdian BEM FISIP Sebagai Wujud Tri Dharma

Sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, BEM FISIP UNEJ Departemen Pengabdian Masyarakat melalui program kerja Kelana Desa melaksanakan kegiatan pengabdian dengan memberikan edukasi terkait pemilahan...

Cegah Pernikahan Dini di Desa Silo, Peneliti UNEJ Rekomendasikan Model Kepatuhan Protektif Berbasis Budaya Madura

Tim peneliti dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Program Studi Ilmu Administrasi Negara yang didampingi oleh dosen pembimbing dari Program Studi Sosiologi menawarkan solusi baru untuk menekan angka pernikahan dini di Kabupaten Jember, khususnya Desa...

FISIP UNEJ, Desa Wisata Adat Arjasa, dan Fakultas Ilmu Politik Universitas Dili Timor-Leste Perkuat Kolaborasi Community Engagement

Arjasa, Jember — 23 Agustus 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (UNEJ) memperkuat jejaring kolaborasi internasional melalui kegiatan Community Engagement bersama Pemerintah Desa Wisata Adat Arjasa, Kabupaten Jember, dan Fakultas...

Bangkitkan Nalar Kritis Pemuda: UKMF LIMAS FISIP UNEJ Gelar Seminar Nasional Literasi 2.0

Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) LIMAS FISIP Universitas Jember sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Literasi 2.0 pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Mengusung tema "Wawasan Pembangunan Pola Kritis Generasi Muda terhadap Isu Politik", kegiatan ini berlangsung...

Cetak Pekerja Sosial Tangguh, Prodi IKS FISIP UNEJ Gelar Lokakarya Pedoman Praktik Mikro Mezzo

Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (UNEJ) sukses menggelar "Lokakarya Penyempurnaan Pedoman Praktik Mikro Mezzo" pada hari Sabtu (22/8/2026). Kegiatan akademik yang bertempat di Kampus Vokasi...

Perkuat Jejaring Internasional: FISIP UNEJ dan Universitas Dili Timor Leste Realisasikan Kerjasama Strategis

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember secara resmi merealisasikan implementasi kerja sama strategis dengan Fakultas Ilmu Politik Universitas Dili, Timor Leste. Acara bersejarah ini berlangsung pada Kamis, 20 Agustus 2026, bertempat di Ruang...

FISIP UNEJ Resmi Lepas Mahasiswa Magang Inovatif, Siap Ciptakan Dampak Nyata di Masyarakat

JEMBER — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember (FISIP UNEJ) secara resmi menggelar seremonial pelepasan peserta program Magang Inovatif Berdampak pada Rabu (19/8/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat di Aula FISIP Universitas Jember ini menandai...

Ukir Prestasi Tingkat Nasional, Mahasiswa FISIP UNEJ Juarai Liga Debat IDN Times 2026

Ajang kompetisi adu gagasan tingkat nasional, Liga Debat Mahasiswa 2026 yan diinisiasi oleh IDN Times tahun ini mengangkat tema besar yang sangat relevan dengan dinamika kiwari, yakni “Ekonomi Kreatif dan Peluang Kerja Gen Z Indonesia”. Antusiasme yang terbangun...