Di tengah derasnya arus modernisasi dan pariwisata yang kian mengancam eksistensi kawasan komunal, upaya perlindungan hak atas tanah adat di Bali terus menjadi isu yang sangat krusial. Permasalahan ini dikupas tuntas secara akademis oleh I Nyoman Alit Badrika dalam sidang Ujian Terbuka Disertasi bertajuk “Sistem Perlindungan Hak Komunal Atas Tanah Adat dalam Perspektif Kelembagaan” yang diselenggarakan di Ruang Aula, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Jember, pada Kamis, 23 Juli 2026.

Dalam pemaparannya, I Nyoman Alit Badrika menyoroti tingginya kerentanan masyarakat Bali yang kerap berhadapan dengan konflik peralihan fungsi lahan, baik yang beralih menjadi kepemilikan pribadi maupun konflik dengan korporasi besar. Mengambil lokasi penelitian di Desa Pengastulan (Kecamatan Seririt) dan Desa Sumberklampok, temuan lapangannya menunjukkan bahwa meskipun pemerintah telah menerbitkan regulasi seperti UUPA hingga Perda Provinsi Bali, implementasinya masih sering menemui jalan buntu. Hal ini juga diperparah oleh dinamika kewenangan yang terkadang berbenturan antara otoritas pemerintahan (Kepala Desa) dan pemangku adat (Bendesa).

Menariknya, penelitian kualitatif ini menguraikan bahwa penyelesaian konflik tanah adat tidak bisa hanya diselesaikan melalui kacamata legal formal semata. Peneliti menggunakan pendekatan empat pilar kelembagaan, yakni pilar regulatif, normatif, budaya-kognitif, dan disposisi kebiasaan. Di kedua desa tersebut, keberadaan hukum adat seperti awig-awig dan pararem, serta laku keseharian dalam mengatur batas fisik maupun spiritual tanah, memegang peranan yang sangat sentral sebagai perisai pelindung dari klaim sepihak.

Sebagai sebuah kebaruan (novelty) dan sumbangsih teoretis, I Nyoman Alit Badrika memberikan kritik terhadap arah kebijakan pertanahan yang selama ini terlalu menitikberatkan pada aspek aturan (regulatif) dan norma (normatif). Disertasi ini berhasil membuktikan bahwa pilar budaya-kognitif—yang mencakup tradisi, nilai kejiwaan, ritual, hingga upacara adat—justru menjadi kekuatan paling dominan dan sukses dalam menjaga eksistensi hak komunal. Kedalaman ikatan spiritual inilah yang menciptakan komitmen kolektif masyarakat desa untuk senantiasa mempertahankan tanah leluhur mereka secara turun-temurun.

Sebagai penutup, I Nyoman menawarkan sebuah model rekomendasi kebijakan yang lebih inklusif dan berkeadilan. Ia menegaskan bahwa sistem perlindungan tanah adat ke depan harus menyinergikan kekuatan hukum formal dengan integrasi nilai-nilai budaya lokal. Perlindungan ini membutuhkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan yang kuat dengan menjadikan semangat gotong royong sebagai fondasi utama. Melalui pendekatan yang menyeluruh ini, tanah adat diyakini tidak hanya akan terselamatkan secara fisik, namun juga akan terus hidup sebagai jantung identitas dan keberlanjutan ekologis masyarakat Bali.

FISIP UNEJ Lepas 76 Calon Wisudawan: 32 Raih Predikat Cumlaude, Ajeng Anggraini Sabet IPK Tertinggi 3,96

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember kembali meluluskan sebanyak 76 calon wisudawan dari berbagai strata dan program studi. Sesi pelepasan dan yudisium yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada Hari Jumat, 24 Juli 2026, di Ruang Aula FISIP,...

Akselerasi Kualitas Lulusan Siap Kerja, Prodi D3 Perpajakan FISIP UNEJ Gelar Lokakarya Bahan Kajian Vokasi Berdampak 2026

Dalam upaya memperkuat kualitas pendidikan vokasi dan mencetak lulusan yang terampil serta relevan dengan kebutuhan dunia kerja, Program Studi D3 Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember menggelar "Lokakarya Bahan Kajian Capaian...

Dukung Visi PT Bereputasi Internasional, FISIP Gelar Tasyakuran Pembangunan Gedung Layanan Akademik Terpadu

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember secara resmi menggelar acara tasyakuran sebagai penanda dimulainya pembangunan Gedung Layanan Akademik Terpadu. Gedung yang direncanakan berdiri megah setinggi 4 (empat) lantai ini dirancang sebagai...

Siapkan Mental Berdaya Saing Global, FISIP UNEJ Dorong Mahasiswa Aktif di Program AIESEC

JEMBER — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (UNEJ) memperluas jejaring globalnya melalui program kolaborasi magang internasional bersama organisasi pemuda dunia, AIESEC. Program pertukaran internasional (exchange program) ini dirancang...

Perkuat Budaya Mutu dan Akselerasi Akreditasi, FISIP Gelar Lokakarya Penyelarasan Dokumen SPMI

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember sukses menyelenggarakan "Lokakarya Penyelarasan Dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) FISIP Tahun 2026" yang berlangsung selama dua hari pada Kamis hingga Jumat, 16–17 Juli 2026, bertempat di...

Perkuat Sinergi Akademis dan Daerah, FISIP UNEJ Resmi Bermitra dengan Bakesbangpol Jember

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (UNEJ) terus memperluas jejaring kemitraan strategis demi meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pada Kamis (16/7/2026), pimpinan FISIP UNEJ resmi menjalin...

Lokakarya Konsiderans Kompetensi Mahasiswa Mencapai Pembelajaran Berdampak

Program Studi Diploma 3 (D3) Perpajakan Universitas Jember menggelar lokakarya bertajuk "Konsiderans Kompetensi Mahasiswa untuk Mencapai Pembelajaran Berdampak" pada tahun 2026. Acara ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 17 hingga 19 Juli 2026, bertempat di...

Tingkatkan Kualifikasi dan Profesionalitas ASN, FISIP UNEJ Gandeng BKPSDM Lumajang untuk Sosialisasi Program S2 & S3

LUMAJANG, 08 Juli 2026  – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember (FISIP UNEJ) menggelar inisiasi kerja sama dan sosialisasi studi S2 dan S3 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia...

Dukung Target IKU 2, DIII UPW Universitas Jember Gelar Tracer Study dan Perkuat Jejaring Alumni

Program Studi DIII Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Universitas Jember sukses menggelar kegiatan Tracer Study dan Penguatan Jejaring Alumni pada 7-8 Juli 2026. Acara yang berlangsung di Ruang Internasional FISIP Universitas Jember ini diadakan khusus untuk mendukung...

Perkuat Jejaring Alumni dan Kemitraan Industri, FISIP UNEJ Gelar Forum Tracer Study dan Stakeholder Engagement 2026

Dalam rangka mempererat sinergi antara dunia akademik dan dunia kerja, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember sukses menggelar Forum Alumni bertajuk "Forum Tracer Study dan Stakeholder Engagement". Kegiatan strategis ini dilaksanakan pada...