Lembaga Kajian Pemberdayaan Masyarakat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember ( LKPM-FISIP UNEJ) resmi mengimplementasikan kerja sama strategis dengan Jember Fashion Carnaval (JFC) dalam pelaksanaan Survei Valuasi Dampak Sosial-Ekonomi Event Pariwisata. Program ini dirancang untuk mengukur secara komprehensif sejauh mana penyelenggaraan event pariwisata mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian lokal sekaligus dinamika sosial masyarakat.
Penyelenggaraan event pariwisata saat ini telah menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah. Meski demikian, penilaian dampak positif maupun potensi tantangan yang ditimbulkannya sering kali belum terukur secara sistematis. Melalui kemitraan ini, akademisi FISIP UNEJ dan tim JFC menggabungkan pendekatan akademis yang ketat dengan metodologi survei lapangan yang adaptif untuk menghasilkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Membangun Kebijakan Pariwisata Berbasis Data (Evidence-Based Implementasi survey yang dilaksanakan pada tanggal 24-26 Juli 2026 ini berfokus pada pemetaan dampak multidimensi dari kegiatan pariwisata, yang mencakup aspek keterlibatan masyarakat dan UMKM lokal, penyerapan tenaga kerja, dampak lingkungan, hingga perubahan persepsi dan kesejahteraan sosial masyarakat sekitar lokasi event.
”Kerja sama ini merupakan bentuk nyata komitmen FISIP UNEJ dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang riset dan pengabdian masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa pengembangan sektor pariwisata tidak hanya mengejar angka kunjungan, tetapi juga memberikan dampak sosial-ekonomi yang adil dan berkelanjutan bagi warga lokal.” Ungkap Atik Rahmawati, S.Sos., M.Kesos., Ph.D. selaku ketua LKPM.
Untuk diketahui, Jember Fashion Carnaval merupakan sebuah karnaval busana internasional tahunan yang terkenal dengan ragam kostum megah di jalanan sepanjang 3,2 kilometer. Event ini merupakan karnaval terbesar ketiga di dunia yang diselenggarakan setiap tahun di Kabupaten Jember, Jawa Timur